
Apa Itu Subnet Mask? Ini Fungsi dan Cara Menghitungnya
Subnet mask adalah komponen pendamping alamat Internet Protocol (IP) yang bertugas memisahkan bagian network dengan host. Tanpa subnet mask, perangkatmu tidak akan tahu persis ke mana data harus dikirim.
Selain mengenali batas jaringan, subnet mask juga bisa membantu mengetahui jumlah alamat yang tersedia untuk setiap perangkat.
Kamu bisa menghitung total subnet, jumlah host, serta rentang alamat IP secara akurat berdasarkan nilai prefix yang dipakai.
Agar kamu lebih memahaminya, simak definisi, fungsi, serta cara menghitung subnet mask berikut ini.
BACA JUGA: Cara Bersihkan Cache di iPhone, Penyimpanan Jadi Lebih Lega!
Apa Itu Subnet Mask
Subnet mask adalah deretan angka 32 bit yang berfungsi memisahkan bagian network dan host pada sebuah alamat IP. Angka ini biasanya ditulis dalam format desimal bertitik dan selalu melekat pada alamat IP sebagai identitas dalam jaringan.
Di dalam alamat IP, bagian network menunjukkan identitas jaringan itu sendiri, sedangkan bagian host mengarah langsung ke perangkat yang kamu gunakan. Di sinilah subnet mask bekerja untuk menentukan batas pemisah di antara keduanya.
Sebagai contoh, alamat IP 192.168.1.10 dengan subnet mask 255.255.255.0 memakai 24 bit pertama sebagai area jaringan dan delapan bit terakhir untuk perangkatnya.
Jika dilihat dari bentuk binernya, bit yang bernilai 1 menandakan area jaringan, sementara bit 0 menunjukkan perangkat di dalamnya.
Berkat pola ini, subnet mask sangat diandalkan untuk menghitung kapasitas alamat serta menentukan rentangnya di dalam suatu jaringan.
Secara konsep, deretan angka ini dibagi menjadi empat bagian oktet dengan aturan kelas IP tertentu.
Setiap kelas A, B, dan C sudah memiliki nilai bawaan masing-masing. Kelas A memakai 255.0.0.0, kelas B menggunakan 255.255.0.0, dan kelas C mengandalkan 255.255.255.0.
Lewat pembagian ini, pengelolaan dan pengelompokan perangkat pun menjadi jauh lebih terstruktur.
Fungsi Subnet Mask
Adapun beberapa fungsi subnet mask yang perlu kamu ketahui:
- Membagi jaringan besar: Subnet mask memisahkan satu jaringan menjadi beberapa jaringan yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola.
- Mengoptimalkan alokasi alamat IP: Setiap perangkat di dalam jaringan bisa mendapatkan alamat IP yang sesuai tanpa risiko perebutan atau penggunaan alamat yang sama.
- Membatasi komunikasi antarjaringan: Kamu bisa menentukan area jaringan dan perangkat mana saja yang boleh saling terhubung berdasarkan alamat IP.
- Mengatur lalu lintas jaringan: Pembagian perangkat ke dalam beberapa subnet membuat arus jaringan berjalan lebih terarah sesuai kebutuhan.
- Menentukan kapasitas perangkat: Komponen ini bisa membantu kamu menghitung batasan jumlah perangkat atau host yang bisa masuk ke dalam satu subnet.
- Memaksimalkan penggunaan IPv4: Alamat IP yang terbatas bisa dikelola secara efisien sesuai dengan jumlah yang benar-benar kamu butuhkan.
- Menjaga kestabilan jaringan: Jaringan tetap terasa lancar dan stabil meskipun dipakai oleh banyak perangkat sekaligus.
Cara Menghitung Subnet Mask
Untuk menghitung subnet mask, kamu perlu menentukan jumlah bit untuk perangkat atau host, lalu memanfaatkan sisa bit yang ada untuk bagian jaringannya.
Supaya lebih jelas, berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti:
- Tentukan jumlah bit host: Carilah angka bit yang pas menggunakan rumus 2^n - 2. Contohnya, jika kamu butuh 62 perangkat, perhitungannya adalah 2^6 - 2 = 62, yang berarti kamu memerlukan 6 bit untuk host.
- Hitung bit jaringan (prefix): Kurangi total bit IPv4 dengan jumlah bit host yang sudah kamu tentukan. Dengan 6 bit host, perhitungannya menjadi 32 - 6 = 26, sehingga prefix yang kamu gunakan adalah /26.
- Pahami struktur biner: Ingat kembali bahwa alamat IPv4 terdiri dari 32 bit yang dibagi menjadi 4 bagian oktet. Karena notasi yang didapatkan adalah /26, artinya ada 26 bit pertama yang bernilai 1, sehingga bentuk binernya menjadi 11111111.11111111.11111111.11000000.
- Ubah ke dalam bentuk desimal: Ubah setiap oktet biner tersebut ke dalam angka desimal. Tiga oktet pertama bernilai penuh menjadi 255, sementara oktet terakhir yang berupa 11000000 perlu dihitung nilai desimalnya.
- 11000000 menghasilkan angka 192: Setiap posisi bit dalam satu oktet memiliki bobot angka dari kiri ke kanan, yaitu 128, 64, 32, 16, 8, 4, 2, dan 1. Karena dalam bentuk biner, angka 1 pada biner terakhir (11000000) hanya berada di posisi 128 dan 64, dan kamu tinggal menjumlahkannya. Hasilnya, 128 + 64 adalah 192.
- Hasil subnet akhir: Dari proses tersebut, notasi /26 berubah menjadi bentuk biner 11111111.11111111.11111111.11000000 dan menghasilkan subnet mask akhir 255.255.255.192.
BACA JUGA: Apa Itu Data Breach? Ini Pengertian dan Cara Mencegahnya
Nikmati Keseruan Internetan di Banyak Perangkat dengan Internet Rumah XL HOME!
Demikian penjelasan mengenai definisi subnet mask beserta fungsi dan cara menghitungnya. Dengan pemahaman ini, tentu kamu jadi lebih tahu bagaimana perangkat-perangkat bisa saling terhubung di dalam satu jaringan.
Nah, agar koneksi internet di rumah selalu nyaman untuk menemani berbagai aktivitas digital, kamu tentu butuh jaringan yang stabil dan bisa diandalkan.
Kebutuhan ini makin terasa penting jika rumahmu dipenuhi banyak perangkat yang aktif secara bersamaan, mulai dari smartphone, laptop, hingga smart TV.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, kamu bisa mengandalkan layanan internet WiFi rumah dari XL HOME yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan harianmu.
Dengan koneksi internet di rumah, berbagai aktivitas digital bersama keluarga pun bisa dilakukan dengan lebih nyaman.
Ke depannya, XL HOME akan hadir dengan nama baru, yaitu XL HOME, untuk memberikan pengalaman internet rumah yang semakin andal.
Yuk, berlangganan WiFi Rumah yang Selalu Bisa Diandalkan dari XL HOME sekarang dan nikmati keseruan internetan tanpa hambatan untuk semua perangkat di rumah setiap hari!


